Motherhood

Sebuah Curahan Hati Untuk Ibu

Tidak salah memang, sebuah ungkapan bahwa “Surga berada di bawah Telapak kaki Ibu”

 

Perjuangannya, lantunan do’anya, pengorbanannya dan sentuhan kasihnya tak ada yang bisa menggantikan, tak ada yang bisa menandingi.

Perjuangannya mengandung kita selama 9 bulan penuh dilalui dengan sukacita tanpa harap imbalan suatu hari kelak saat kita dewasa.

Lantunan do’anya di setiap hembusan nafasnya, di setiap sujudnya selalu mengiringi langkah kita, pun tak berharap imbalan ketika kelak kita kan jadi orang sukses.

Pengorbanannya yang selalu dia berikan untuk waktunya. Mengorbankan tenaga dan waktu demi kita menjadi pribadi yang kokoh, juga tak pernah berharap imbalan saat dia mulai renta.

Sentuhan kasihnya yang mampu menghapus lara, yang mampu menyembuhkan rasa sakit tak kan pernah kita dapatkan dari siapapun. Selalu terasa hangat meski tangannya tak selembut dulu.

 

Ibu, sosok yang selalu tegar demi anaknya menjadi kuat.

Ibu sosok yang selalu tersenyum meski tersakiti anaknya.

Ibu, sosok yang selalu menyayangi meski anaknya telah berkeluarga.

Ibu, sosok terdepan yang akan membela anaknya yang terdzolimi.

Ibu, tak kan pernah tergantikan.

Ibuku sayang, untuk dunia kau mungkin hanya satu orang, tapi bagiku kau adalah dunia itu.

Tetap bahagia dan Sehat, Bu. Aku mencintaimu sepenuh hati.

 

Meski anakmu ini telah menjadi seorang ibu… Namun kasih sayangmu tak pernah berubah.

Maafkan anakmu yang tak pandai membalas jasamu Ibu, semoga Engkau selalu diberi kesehatan dan panjang umur.

Seorang Sahabat bertanya kepada Rasulullah: “Siapakah orang yang harus dihormati? Beliau menjawab: ”Ibu, Ibu, Ibu, kemudian Ayah”.

I love u Mom,
Selamat hari Ibu….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *