Tips

Ibu Ingin Berangkat Kerja Tanpa Drama Ananda? Coba Praktekkan Tips Ini!

Ibu Bekerja tanpa drama

Sering kali kita mendengar Mom war antara wanita karir vs ibu rumah tangga. Mana yang paling keren? bagi saya semuanya keren, keren sesuai kriteria masing-masing.

Dua pilihan tadi selalu menghantui bagi perempuan yang sudah berkeluarga, terutama yang memiliki prestasi di bidang akademik.

Pun ada beberapa alasan yang membuat seorang ibu harus tetap berkarir dan tetap menjadi ibu rumah tangga sekaligus.

Terkadang mereka berkarir karena harus membantu perputaran ekonomi keluarga.

Bagi mereka yang memilih menjadi ibu rumah tangga mereka harus merelakan sebagian waktu untuk tidak bersama anak-anak.

Hal ini seringkali membuat bimbang hati para ibu pada umumnya. Seperti saya, yang memilih menjadi perempuan yang bekerja. Tidak jarang terjadi perang batin antara tetap bekerja atau menjadi full ibu rumah tangga.

Karena apa?

Karena saat bekerja, waktu untuk bersama si kecil menjadi berkurang, belum lagi kalau waktu berangkat harus terjadi drama yang tidak jarang membuat si kecil harus menangis dan kekhawatiran karena si kecil tidak lagi memiliki hubungan emosional yang baik dengan sang ibu. Kejadian seperti itu, biasanya membuat suasana d tempat kerja menjadi tidak nyaman, karena kepikiran si kecil.

Namun, sekarang saya sudah belajar dari beberapa pengalaman yang sudah saya jalani. Disini saya akan membagikan tips agar tetap bisa bekerja dan mood si kecil tetap bagus ketika kita tinggal.

  • Suasana ceria di pagi hari

    Pagi hari adalah awal dari segala kegiatan kita. Nah, agar seharian kita merasa bahagia, maka awalilah dengan senyuman. Biasanya saya akan bangun lebih pagi, kemudian bekerja sama dengan suami menyelesaikan segala aktivitas rumah tangga. Seperti belanja sayuran, kemudian memasak masakan yang sederhana. Lanjut menyapu dan menyiapkan kebutuhan si kecil. Setelah itu, kami membangunkan si kecil dengan diajak bercanda dan bermain. Kalau ketika bangun dia sudah tertawa bahagia, maka akan mudah melakukan aktivitas selanjutnya.

  • Pamitlah dengan si kecil

    Setelah semuanya siap, kami pun sarapan bersama. Disitu kami bercerita, memberikan pengertian kepada si kecil kenapa kami harus bekerja dengan bahasa yang mereka pahami. Tidak jarang saya akan berjanji membelikan sesuatu ketika nanti sudah pulang. Biasanya dia akan semakin bahagia dan dengan senang hati mengantarkan keberangkatan kita. Setelahnya kami pamit dan bersalaman.

  • Bawakan hadiah kecil saat pulang

    Tidak jarang, saya membawakan si kecil hadiah. Baik berupa makanan ataupun mainan. Tapi, bukan berarti saya akan memanjakan mereka dengan mainan. Saya lebih sering membawakan makanan yang sudah dia pesan sebelum saya berangkat bekerja. Dengan ini, biasanya mereka akan merasa tetap diperhatikan, walaupun telah saya tinggal bekerja seharian.

  • Luangkan waktu untuknya

    Tidak berbeda dengan suasana di pagi hari, ketika saya pulangpun saya tetap akan berusaha menciptakan suasana ceria untuknya. Karena apa? Karena hanya inilah waktu kita untuk bercanda dan menemaninya dalam pertumbuhannya. Kalau ditanya capek, ya jelas sangat capek. Tapi, sudah menjadi resiko saya karena memilih untuk menjadi pekerja dan memiliki seorang balita. Waktu ini saya gunakan untuk mendengarkan cerita keseharian mereka. Terkadang saya yang bercerita tentang teman-teman saya, apa yang saya lihat di jalanan dan banyak lagi. Sesekali kami belajar membaca, menulis dan mewarnai bersama.

  • Sounding dari malam

    Kami beristirahat tidak terlalu malam, agar esok si kecil mudah dibangunkan. Sambil beristirahat terkadang kami masih bercerita dan sesekali saya memberikan pengertian kepada si kecil bahwa besok saya harus pergi bekerja lagi, dan menjanjikan permainan yang lain lagi ketika pulang.

  • Mendoakannya

    Setiap orang tua pasti akan mendoakan putra-putrinya. Untuk kebaikannya, kebahagiaannya dan kesuksesannya. Biasanya saya akan berdoa untuknya, untuk selalu menghadirkan saya dalam hatinya, membuatnya bahagia sepanjang hari.

Mungkin itu tips-tips dari saya, buat kalian para ibu yang memilih bekerja tanpa rasa khawatir. Namun, tips-tips ini tidak sepenuhnya benar, karena keadaan psikologis tiap anak dan orang tua berbeda-beda.

Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *